Ya Huwa, Ya man la huwa illahu ….

Ya Huwa, Ya man la huwa illahu ….
Dia dan hanya dia…….
Bukan kamu … ia …. apalagi salah satu dari mereka…..
Karena Dia tiada duanya …..

Dia selalu ada dikala aku membutuhkannya …..
Dia selalu memberi … tanpa aku meminta …..
Dia akan selalu memberi walau aku meminta atau tidak meminta….

Dimana dia sekarang …. itu aku tidak tahu ….
Tiada seorangpun yang tahu dia ada dimana….
Tapi dia akan selalu ada untukku …..
Sudah pasti mustahil ada yang serupa dengan dia ……
Tidak ada pula yang bisa menyamai Dia…..
Makanya hanya Dia dan …. hanya Dia .

Aku juga sudah lupa ,… apakah aku hanya sekedarkenal ….
Atau hanya sekedar tahu ……
aku berharap aku mengerti Dia,.. kenal Dia … paham siapa Dia ….
Walau sejauh ini aku masih baru sekedar kenal …..

Entah kapan aku bisa lebih paham …..
Apa kemauan Dia ….
Aku sendiri kadang tidak paham akan kemauanku ….
Semoga suatu saat aku akan paham kemauanku dankemauan Dia ….

Ya Huwa, Ya man la huwa illahu ….
Sebenarnya tiada pernah kesendirian …..
Mungkin itu hanya rasa sepi yang menghampiri ….
Tapi itu juga bukan kesunyian …..
Cobalah kau resapi …… engkau akan mengerti itubukanlah sunyi ….

Kau dan aku memang beda……
Dan itu sudah pasti beda ……
Jangan pernah berpikir kita akan bisa sama…..
Selamanya kita tidak akan pernah sama ….

Ya Huwa, Ya man la huwa illahu ….
ketika aku diam ,…… hatiku belum tentu diam …
Ketika mataku terpejam … batinku belum tentu juga terpejam ….

Pedih ,… sedih ….. hanya bahasa perasaan ….
Senang ,… bahagia….. juga hanya luapan perasaan ….
Semua itu kadang tertutup oleh raut wajah yang disajikan …..
Mungkinkah engkau tahu yang sedang aku rasakan …

Akankah kau dan aku masih juga terdiam …..
Akankah kau dan aku masih juga tidak pernah mengungkapkan …
Aku akan berusaha tetap diam ….. diam dan diam …..
Aku bukan mengikutimu yang saat kini masih terdiam …. dan terus diam

Kadang diam tidak lebih baik dari pada tidak diam …..
Kadang kita terdiam oleh keadaan yang membuat kita diam ….
Tapi seringnya kita menjadi diam karena perasaan …..
Walau kita tahu perasaan tidak selalu membawa menuju kebenaran ….

Ya Huwa, Ya man la huwa illahu ….
Kucoba merapat dan meraba keheningan ….
Melepaskan sekat sekat relung hati …
menyalakan pelita asa dalam kelam qolbu …
Berharap keindahan semesta yang sempurna ….
Biaskan semburat warna kegetiran nestapa ….

Mencoba rasakan sentuhan dan belaian halus rahmat Dzi Salam …
menyandarkan harapan …
Tenggelam dan diam …
Berharap ridho dengan menyatu dalam Asma-Mu ….
Melabuhkan perahu mimpi dalam damai hati bersama-Mu …

Tapi ma’afkan diri hina ini ,…. Wahai dzat yang ter Agung penguasa alam …
Aku hanya bisa mendekat dengan seperti ini …..
Diri hina ini jauh dari kemampuan menyatu dalam Asma – Mu….
Menatap matahari sungguh aku tak mampu …
Terkena terik siang hari saja badanku gosong terpanggang ….
Sungguh aku tak mampu tuk lebih dekat lagi, … apalagi menyatu dengan asma – Mu ….

Ya Huwa, Ya man la huwa illahu ….
Keindahan hanya milik – Mu …
Ke – Agungan hanya hak – Mu …
Kesombongan adalah Baju – Mu ….

Aku hanya berharap setitik ridhomu dilautan nikmatmu …..
diri ini hanya ingin sebutir pasir dalam luasnya gurun maghfirahmu …
Ku-berharap tetap mendapat cahaya – Mu menyinari gelapnya kepekatan nafsuku …
Menyibakkan hijab dan sekat qolbu …

Dalam keheningan dan kekosongan ……
Mencari cahaya Nur – wali Alloh sebagai pelita …..
Berharap bisa bertemu dengan Nur – Muhammad … penerang dunia ..
Menghiba dan mengemis semoga nurani terisi nur- Illahi ..

Ya Huwa, Ya man la huwa illahu ….
Assalamu’ alaikum ya ridhonullohi sholihiin ….
Waidayah shodaqoh amiin ya ridhonullohi sholihiin …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s