Masih Adakah Ramadhan

Kawan entah kenapa hati ini resah ……

Nurani  gelisah terbakar amarah ….

Ramadhan sudah  pergi,… tapi dosa dihati belum juga terkikis,….

Egoku semakin liar dan bergerak tak simetris ….

Menembus batas ruang dan garis batas dari iman yang menipis

 

Dimana ketenangan dan kemana terbangnya birunya nurani …

Tiada kebanggaan yang bisa ku kibarkan,…

Tiada ceceran dah serpihan ego yang telah kutundukan selama ramadhan ….

Yang kurasakan di ramadhan ini malah semakin jauh tenggelam dalam dosa,..

Hanya kepala yang terunduk lesu ,.. akankah ada ramadhan di hari esok untukku ……

 

Kawan tahukah engkau  Lautan dah mulai bertambah ketinggiannya,…

Tapi semakin tinggi juga jarak antara insan dengan kekasihnya  …..

Tiada detik terlewat dengan dosa yang kita torehkan  ,……

Dunia semakin muram dengan goresan luka karena dosa kita…..

Akankah ramadhan kali ini telah bisa menghilangkan duka bumi kita….

 

Aku juga tahu udara dah semakin menipis,….

Tapi aku juga heran  iman yang selama ini ku simpan juga ikut menipis ,….

Tinggal hati berbalut ego yang menyesakkan dada,….

Akankah magfirah dan barokah kureguk setelah ramadhan yang terluka ,…

Cukupkah  kesadaran hati kita untuk mendapatkan hidayahNya …..

Selama kita masih berbuat nista …..

 

Kesadaran ku dah lama tergadai oleh nafsu duniawi,…

Membuat Nafs ku mati suri ,….

Hidup masih harus dijalani tapi nurani tlah terkubur di dalam bumi …

 

Ku akui kehidupanku  ini memang masih dalam perjalanan yang tak abadi ,..

Tapi sebuah perjalanan yang tidak berakhir selama nafs mengakar di dada…… Perjalanan tak berujung jika nafsu masih menggelora ….

Membuat  Qolbu tersekat dari birunya  nurani ….

 

Perjalanan dunia hanyalah pengembaraan yang tak berujung ,….

Kau berjalan kebarat engkau juga akan kembali dari timur…..

Jika tiada kebeningan hati yang menemani….

Hanya kenistaan yang kau dapati ….

 

Perputaran kehidupan yang kadang terasa indah ,.. bagai mentari pagi ….

kadang terasa melelahkan dan menjemukan disaat terik mentari membakar ….

Ilmu yang kusadap dari alam,…..  keindahan yang kucuri dari semesta,….

belum menyadarkan ku dari kebutaan nurani ….

Yang kulihat terasa kelam, hitam dan memekatkan cahaya nurani …

 

Kuingin keheningan mereguk sukma ,….

Ketenangan yang membawa aroma nirwana …..

Keheningan yang menelan kesunyian,…

Bukan kesenyapan yang ingin terjadi dan kulalui ….

Tapi keheningan hakiki yang mengitari hatinurani …..

Seperti bias sinar mentari yang menerpa embun pagi …
Yang bersinar indah dan menyejukan hati ,….

 

 

Bekasi ,..  10 October 2008

By Bambang

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s