Rindu Kidung

Rindu Kidung

Keheningan malam begitu penuh pesona ..
Membuat hati terpaku dalam sunyi ….
Qolbu terdiam dan pilu mengingat kebersihan nurani …
Yang terasa hanya tusukan sembilu …
Terbayang kembali goeresan luka nurani takkala nafsu merajai diri ….

Angin mendesau menghiba ,…. menangis …. tanpa suara …
Dia telah lelah berlari menghampiri diriku yang membutuhkannya ….
Tiada semangat tuk meneruskan penghambaannya ….
Kesegaran yang di berikan ke padaku tidak juga ada artinya …

Dia hanya bisa berbisik lirih dan parau ….
Bukan berharap imbalan ,…
bukan ucapan terimakasih yang diinginkan …
Dia hanya ingin mendengar tahmid ,.. tasbih … takbir bergema …
Dia hanya ingin yanyian yang terindah itu menyapanya takkala menghampirinya …
Mengiringi kemana dia pergi dan berada ….

Akankah kau nyanyikan itu saudaraku…
Akankah kudengar kidung itu bergema indah di telingaku ….
Bumi bersujud ,…. laut tertunduk … langit menangis ..
Semoga kidung itu tak hilang tertelan desau gerimis …..

Rindu Kidung
Tunjung Tanpa selaga, Agustus 22 , 2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s